Pasar Jum'at

Pasar Jum'at 

Pasar Jum'at Adalah Pasar Online Yang Di Rancang Oleh Group Delanggu Punya Cerita, Pasar Ini Tentunya Berlokasi Online Di Group FB Delanggu Punya Cerita Dan Hanya Buka Pada Hari Jum'at Saja, Pada Hari Jum'at Tersebut Seluruh Anggota Group Delanggu Punya Cerita Bebas Dan Berhak Guna Mempromosikan Barang Dagangan Maupun Usaha Dan Jasanya Di Group FB Delanggu Punya Cerita Yang Beranggotakan Kurang Lebih 6000 Orang.


Bahkan Tidak Hanya Di Group FB Saja, Melainkan Delanggu Punya Cerita Juga Punya Ruang Marketplace Sendiri Di Dalam Websitenya, Siapapun Bebas Buat Menawarkan Produk Dan Dagangan, Maupun Usaha Jasanya Disana, Tentunya Dengan Mematuhi Segala Aturan Dan Tata Krama Yang Ada, Anggota Group Bisa Minta Tolong Admin Guna DiAntarkan Ke Ruang Tersebut Untuk Kemudian Diberikan Ruang / Lapak Tersendiri Buat Menjajakan Dagangannya Bahkan Di Bantu Juga Promosinya Untuk Di Sosialisasikan Ke Media Yang Lebih Luas.


Contact Via Japri / Inbok Atau Ketemu Langsung Dengan @Admin Delanggu Punya Cerita Untuk Memudahkan Berkomunikasi Lebih Lanjut Terkait Promosi Maupun Marketplace dan Pembuatan Media Promo, Juga Pembuatan Lapak Di Web Marketplace Delanggu Punya Cerita.

Essensi Pasar Adalah Merupakan Tempat Bertemunya Penjual Dan Pembeli Untuk Melakukan Transaksi Jual-Beli, Pasar Seringkali DiIdentikkan Dengan Tempat Berkumpulnya Pedagang Di Tengah-Tengah Kota Besar, Mall / Swalayan, Namun Sebenarnya Pasar Juga Ada Di Desa, Bahkan Sejak Zaman Dahulu Kala, Pasar Di Desa Biasanya Disebut Dengan Pasar Desa Atau Pasar Tradisional.

Pasar Desa Adalah Pasar Yang Terdapat Di Kawasan Pedesaan. Terdapat Berbagai Jenis Barang Yang Dijual Di Pasar Desa, Mulai Dari Barang Kebutuhan Sehari-Hari Hingga Barang Dagangan Khas Daerah Masing Masing, Pasar Desa Memegang Peran Penting Dalam Meningkatkan Laju Perputaran Ekonomi Di Daerah Pedesaan, Dalam Pasar Desa, Pedagang Dan Pembeli Dapat Melakukan Transaksi Jual-Beli Dengan Saling Membantu Satu Sama Lain Dalam Hal Pemenuhan Kebutuhan.

Pasar Desa Dapat Memberikan Kontribusi Besar Bagi Pembangunan Ekonomi Bangsa, Karena Pasar Desa Menjadi Sumber Penghasilan Utama Bagi Pedagang Dan Masyarakat Sekitarnya, Dengan Adanya Pasar Desa, Masyarakat Desa Tidak Perlu Jauh-Jauh Ke Kota Untuk Menjual Dagangan Dan Hasil Bumi Juga Pertaniannya Ataupun Membeli Barang-Barang Yang Mereka Butuhkan, Hal Ini Cukup Membantu Dalam Memenuhi Kebutuhan Sehari-Hari Warga Desa Dan Juga Meningkatkan Perekonomian Wilayah.

Esensi Jual Beli Di Pasar Desa Juga Berbeda Dengan Pasar-Pasar Di Kota, Mall / Swalayan, Pasar Desa Lebih Bersifat Personal Dan Saling Mengenal, Sehingga Terdapat Proses Tawar Menawar Dan Diskusi Mengenai Barang Dagangan Yang Membuat Atmosfer Di Pasar Desa Terasa Lebih Hangat Dan Ramai Penuh Toleransi.

Makna Di Balik Budaya Dialetika Antara Penjual Dan Pembeli Juga Memegang Peranan Penting Di Pasar Desa, Tradisi Komunikasi Yang Ada Di Pasar Desa Atau tradisional Akan Memperlihatkan Tingkat Kearifan Lokal Dalam Memandang Keberlangsungan Hidup Dan Kehidupan.

Sehingga Dapat Disimpulkan Bahwa Pasar Desa Adalah Denyut Nadi Perekonomian Di Daerah Pedesaan. Pasar Desa Memegang Peranan Yang Penting Dalam Meningkatkan Laju Perputaran Ekonomi Di Daerah Pedesaan, Memberikan Kontribusi Besar Bagi Pembangunan Ekonomi Bangsa Serta Menjadi Sarana Untuk Menjaga Dan Mengembangkan Budaya Lokal Dan Tradisi Komunikasi Dialetika Di Antara Penjual Dan Pembeli.

Dulu Bahkan Awalnya Perdagangan Di Pasar Ini Masih Dengan Menggunakan Sistem Barter Jadi Pertukaran Antara Satu Barang Dengan Barang Lain Yang Di Butuhkan Dengan Nilai Yang Hampir Sama, Namun Kini Budaya Tersebut Sudah Terlupakan Dan Tergantikan Dengan Budaya Scan Barcode Di Mall Mall Atau Swalayan, Seiring Dengan Kemajuan Dan Perkembangan Tekhnologi Juga Pasar.

Benar, Penggunaan Barcode Di Barang-Barang Swalayan Memang Memudahkan Pembeli Untuk Mengetahui Informasi Harga, Merek, Dan Tanggal Kadaluwarsa Produk Hanya Dengan Memindai Barcode Tersebut. Namun, Di Sisi Lain, Budaya Dialetika Antara Penjual Dan Pembeli Menjadi Hilang Karena Segala Sesuatu Cenderung Sudah Diplot Dengan Harga Pasti.

Pada Umumnya, Pasar Swalayan Bersifat Modern Dan Terorganisir Dengan Rapi, Sehingga Jarang Terjadi Interaksi Antara Penjual Dan Pembeli, Harga Produk Siap Saji Dan Tertera Jelas Di Kemasan Atau Pada Barcode, Sehingga Pembeli Tidak Diberi Ruang Untuk Menawar Harga Produk, Disinilah Kearifan Lokal Menjadi Hilang.

Budaya Tawar-Menawar Di Pasar Tradisional Seperti Pasar Desa Merupakan Kearifan Lokal Dan Suatu Kesenangan Tersendiri Bagi Pembeli Dan Penjual, Karena Mereka Dapat Saling Berinteraksi Dan Saling Mengenal Satu Sama Lain, Dalam Proses Tawar-Menawar, Penjual Dan Pembeli Menegosiasikan Harga Produk Secara Langsung, Sehingga Bisa Dicapai Kata Sepakat Yang Saling Menguntungkan.

Namun, Pada Pasar Swalayan, Harga Produk Sudah Ditentukan Di Awal Dan Tidak Dapat Dinegosiasi. Kendati Demikian, Pasar Swalayan Tetap Memiliki Kelebihan Dalam Memberikan Beragam Produk Dengan Kualitas Yang Terjamin Dan Mudah Diakses Oleh Pelanggan.

Secara Keseluruhan, Penggunaan Barcode Di Pasar Swalayan Memang Memudahkan Pembeli Dalam Berbelanja, Namun, Budaya Dialetika Dan Kearifan Lokal Dalam Berbelanja Sebagai Bagian Dari Keunikan Pasar Tradisional Di Pasar Desa Bisa Hilang Seiring Dengan Kemajuan Pasar Swalayan, Oleh Karena Itu, Penting Bagi Kita Untuk Tetap Memperhatikan Dan Melestarikan Kearifan Lokal Dan Kultur Tradisional Di Dalam Pasar Desa Untuk Menjaga
Dan Mengembangkan Budaya Kepemilikan Dan Perdagangan.

Bahkan Pasar Online Pun Masih Menerapkan Budaya Dialetika Antara Penjual Dan Pembeli Dengan Penggunaan Fitur Chat Atau Pesan Yang Ada Pada Platform Online Tersebut, Di Pasar Online, Pembeli Dapat Langsung Bertanya Kepada Penjual Mengenai Produk Yang Ingin Dibeli Melalui Fitur Chat, Sehingga Penjual Dapat Memberikan Informasi Secara Langsung  Serta Spesifik Kepada Pembeli.

Fitur Chat Tersebut Setidaknya Juga Membuat Pembeli Dan Penjual Dapat Saling Berinteraksi Dan Saling Berkomunikasi Mengenal Satu Sama Lain, Seperti Dalam Kegiatan Jual-Beli Di Pasar Tradisional, Atau Pasar Desa, Dalam Proses Chat Antara Penjual Dan Pembeli, Mereka Dapat Saling Berkomunikasi Dan Menegosiasikan Harga Produk Secara Langsung Dan Sesuai Dengan Kesepakatan Bersama.

Hal Ini Berbeda Dengan Pasar Swalayan Atau Mall Mall Besar Yang Sudah Menerapkan Sistem Barcode Pada Produk Dagangan Mereka. Dalam Pasar Swalayan, Pembeli Tidak Dapat Berkomunikasi Secara Langsung Dengan Penjual Karena Harga Barang Sudah Ditentukan Di Awal Dan Tidak Dapat Dinegosiasi. Selain Itu, Pada Pasar Swalayan, Para Pembeli Juga tidak Bisa Bertanya Pada Penjual Karena Semua Informasi Produk Sudah Tertera Pada Barcode Barang Yang Di Display.

Meski Demikian, Pasar Online Juga Tetap Memiliki Beberapa Kekurangan Seperti Risiko Penipuan Dan Keamanan Dalam Bertransaksi Yang Belum Sepenuhnya Terjamin. Oleh Karena Itu, Perlu Diingat Bahwa Pembeli Harus Berhati-Hati Dan Melakukan Transaksi Dengan Penjual Yang Sudah Terpercaya.

Secara Keseluruhan, Pasar Online Masih Mampu Mempertahankan Budaya Dialetika Antara Penjual Dan Pembeli Dengan Adanya Fitur Chat Atau Pesan Untuk Komunikasi, Fitur Tersebut Tetap Memungkinkan Terjadinya Tawar-Menawar Harga Antara Penjual Dan Pembeli Dan Yang Memungkinkan Terbentuknya Hubungan Yang Lebih Personal Antara Keduanya.

Semoga Budaya Dialetika Komunikasi Dua Arah Tersebut Tidak Ikut Hilang Kedepannya Di Telan Kemajuan Jaman Seperti Halnya Budaya Barter, Karena Tak Jarang Lewat Budaya Komunikasi Tersebut Para Pembeli Dan Penjual Yang Tidak Kenal Sebelumnya Bisa Menjadi Saudar Kedepannya, Karena Kerjasama Yang Saling Menguntungkan Dan Saling Menghargai Satu Dan Lainnya, Semoga Budaya Berkomunikasi Dua Arah Ini Tidak Hilang Kedepannya.

Begitu Ulasan Singkat Terkait Pasar Sebagai Awalan Hadirnya Pasar Jum'at Di Group Facebook Delanggu Punya Cerita. ✌️

Simak Ulasan Lebih Lanjut Terkait Pasar Di Artikel

# Dari Pasar Jum'at Delanggu Punya Cerita  @admin_delanggupunyacerita Mengabarkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Delanggu Tempo Dulu

Pasar & Perempuan Perempuan Perempuan Perkasa